Contact Us

Login
Forgot your password?

Ingin Kualitas SDM Meningkat, Pemerintah Gelontorkan Rp 5,7 Triliun

by : admin @ 2018-08-19

 

Pemerintah akan menjadikan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu program prioritas di 2019. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,7 triliun untuk Kementerian Ketanagakerjaan (Kemnaker).‎ Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, pada tahun depan, pihaknya mendapatkan tambahan anggaran sekitar Rp 1,7 triliun untuk meningkatkan kualitas dan daya saing SDM dalam negeri.‎ “Tahun 2019, Bu Menteri Keuangan menambah anggaran di Kemnaker sekitar Rp 1,7 triliun. Dari biasanya rata-rata Rp 4 triliun menjadi Rp 5,7 rriliun. Dari sekitar tambahan Rp 1,7 triliun itu masih fokusnya menggenjot peningkatan kompetensi di masyarakat,” ujar dia di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, seperti ditulis Jumat (17/8/2018). Baca Juga Pernah Tertinggal di Era Robot, RI Tak Ingin Mengulang pada Industri 4.0 Masuki Industri 4.0, Perusahaan Harus Gandeng Sekolah Kejuruan Pemerintah Harus Pikirkan Nasib Pekerja saat Revolusi Industri 4.0 Berjalan Hanif menjelaskan, program andalan dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) tetap percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja, sertifikasi profesi, serta membangun kewirausahaan di kalangan anak muda. “Terobosan yang baru yakni komitmen pemerintah terhadap pesantren dan masyarakat di sekitar pesantren melalui pembangunan BLK (Balai Latihan Kerja) Komunitas. Tahun 2019, dianggarkan Rp 1 triliun di 1.000 titik,“ ungkap dia. Dia mengungkapkan, jika melihat peningkatan dari 2018-2019, misalnya untuk pelatihan BLK pemerintah di 2018 sekitar 136.724 orang akan ditingkatkan menjadi 215.344 orang di 2019. “Kemudian untuk kewirausahaan dan produktivitas dari sekitar 17.890 akan ditambah menjadi 38.845 orang. Kemudian untuk pemagangan juga kita tingkatkan dari 70.790 menjadi 210 ribu. Ini lebih dari 100 persen peningkatannya,” jelas dia. Untuk pelatihan, kata Hanif, akan melibatkan masyarakat baik lembaga pelatihan kerja swasta maupun komunitas, termasuk pelatihan untuk pekerja migran Indonesia, sebanyak 14 ribu orang di 2018 menjadi 62 ribu orang. Jadi secara keseluruhan peningkatan kompetensi yang dilakukan dari 239.404 orang pada 2018 ditingkatkan lebih dari dua kali lipat menjadi 526.189 orang. “Khusus untuk sertifikasi juga mengalami peningkatan sangat pesat. Dari 260.084 sertifikasi profesi di tahun 2018, pada tahun 2019 juga akan ditingkatkan menjadi 526.189,” tandas dia.